Logical
security merupakan
jenis kontrol dalam sebuat sistem informasi yang berikaitan dengan aturan
pengaksesan pengguna sesuai dengan wewenang yang diberikan/ditentukan dalam
penggunaan data/informasi serta program-program sistem informasi. Maka dari itu
logical security banyak berhubungan dengan user-ID untuk setiap pengguna
sistem informasi.
Logical
security bertujuan
untuk:
1. Melindungi data/informasi yang
tersimpan di dalam perangkat sistem informasi, dari perusakan atau penghancuran
yang dilakukan baik disengaja maupun tidak disengaja.
2. Menghindari dan mendeteksi
perubahan terhadap data/informasi yang dilakukan oleh pihak yang tidak
berwenang, serta menjaga agar informasi tidak disebarkan kepada pihak yang
tidak berwenang.
Aplikasi
Logical Security
Terdapat
beberapa pengaplikasian logical security terhadap sistem informasi yang
pada umumnya aplikasi tersebut juga diimplementasikan ke dalam beberapa sistem
aplikasi lainnya. Pengaplikasian tersebut diantaranya user-ID, password,
access level, closed menu.
User-ID
Tujuan
dari user-ID adalah untuk mengidentifikasi pengguna yang memiliki
otoritas untuk mengakses sistem informasi. Sebelumnya sistem harus mendapatkan
data semua user-ID yang akan disimpan pada basisdata sistem informasi. User-ID
merupakan perisai pertama terhadap pengaksesan sistem. Setiap user-ID harus
diidentifikasi oleh satu data yang bersifat unik (biasanya berupa kunci utama
dalam sebuah basisdata). Beberapa data yang biasanya termasuk ke dalam user-ID
diantaranya:
1.
Username
Username
merupakan data
yang menidentifikasi setiap pengguna. Username lebih baik bersifat unik
untuk dapat mengidentifikasi setiap pengguna. Username dapat dibuat
menggunakan kodifikasi. Sebagai contoh username dengan nilai BDGCSAP001
(BDG = Bandung, CS = Customer Service, AP = Agus Putra, 001 = Nomor urut
apabila ada pengguna yang bekerja di bagian yang sama dan nama yang sama).
2.
Password
Password
juga merupakan
bagian dari data set user-ID. Tetapi dalam materi ini akan dibahas
secara terpisah di sub bab berikutnya. Password merupakan kunci untuk
masuk ke dalam sistem atau mendapatkan akses.
3.
Initial Menu
Initial
menu merupakan
informasi menu apa saja yang akan ditampilkan pada sebuah sistem informasi
berkaitan dengan hak akses setiap pengguna. Sebagai contoh pada sistem
informasi akademik, menu untuk bagian akademik dengan menu untuk guru harus
berbeda. Daftar menu yang dapat ditampilkan untuk setiap jenik hak akses dapat
disimpan dalam basis data atau juga dapat diseleksi langsung menggunakan kode
program.
4.
Output Queue
Menentukan
arah output dari setiap proses yang harus dikirimkan oleh sistem.
5.
Special Authorities
Apabila
terdapat seorang pengguna yang diberikan wewenang tambahan untuk mengakses data
atau proses, dapat didefinisikan di bagian special authorities.
6.
Password change date
Tanggal
setiap ada perubahan password harus selalu terekam atau tersimpan.
7.
Access Levels
Menentukan
hak pengaksesan untuk setiap level pengguna yang berkaitan dengan data dan
program (modul). Pembahasan lebih lengkap ada pada sub bab berikutnya.
Password
Password
berkaitan dengan
user-ID, untuk membuktikan bahwa pengguna memiliki wewenang untuk memaki
dan masuk ke dalam sistem. Oleh karena itu setiap pengguna sebelum masuk ke
dalam sistem informasi harus mengetik/memasukan username beserta password.
Untuk menghindari percobaan pengaksesan oleh pengguna yang tidak memiliki
wewenang, harus dikontrol dengan mengkombinasikan kontrol preventif dan
pendeteksian. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara:
1. Ditentukan batasan kesalahan
dalam memasukan username dan password (misalnya sebanyak 3 kali).
Apabila sudah melebihi batas tersebut maka secara otomatis username yang
berkaitan dinonaktifkan oleh sistem. Dapat juga dinonaktifkan terminal yang
dipakai apabila tidak akan menggangu proses sistem informasi lainnya. Untuk
fasilitas pengaktifan dapat diterapkan pada sistem administrator. Kontrol ini
juga dapat memberikan informasi terhadap pemilik sistem bahwa adanya aktifitas
percobaan pengaksesan sistem secara illegal.
2. Percobaan tersebut harus direkam
di log file. Dimana nantinya secara berkala harus diaudit untuk
menginvestigasi beberapa penyebabnya.
Sistem
informasi yang baik akan merekam semua kegiatan pengguna (diwakili oleh user-ID
setiap pengguna). Contohnya sistem akan merekam user-ID (beserta tanggal
kejadian) yang melakukan perubahan dan penghapusan terhadap data. Pada tabel 1
di bawah ini terdapat beberapa saran untuk pengontrolan password.
Access
Level
Setelah
pengguna berhasil masuk ke dalam sistem dengan menggunakan user-ID dan passwordnya,
maka sistem hanya akan menyediakan data dan informasi yang sesuai dengan level
akses pengguna tersebut. Selain itu modul-modul yang digunakan juga sesuai
dengan level akses. Oleh karena itu rincian tingkat pengaksesan harus
diimplementasikan ke dalam sistem. Berikut beberapa level akses yang umum
diterapkan, diantaranya:
1.
No Access
Tingkat
pengaksesan ini berarti pengguna tidak diizinkan memakai program beserta
datanya. Sebagai default, semua file dan program memiliki tingkat
pengaksesan ini.
2.
Execute
Tingkat
pengaksesan ini berlaku untuk program yang diizinkan untuk dijalankan oleh
pengguna.
3.
Read Only
Pengguna
hanya diperbolehkan untuk menjalankan program yang diakses dengan membaca atau
mencetak beberapa file yang berkaitan dengan program tersebut. Akan tetapi
tidak diberikan akses untuk memodifikasi dan/atau menghapus data yang ada pada
file tersebut.
4.
Modify/Update
Pengguna
diberikan akses untuk memodifikasi data yang ada pada file.
5.
Delete
Pengguna
diberikan akses untuk menghapus data yang ada pada file.
6.
Add/Write
Memungkinkan
pengguna untuk menambahkan record ke dalam file.
7.
Owner
Memungkinkan
pengguna memberikan hak pengaksesan terhadap file-file atau/dan menjalankan
program-program tertentu kepada pengguna lain.
Closed
Menu
Closed
menu merupakan
informasi menu apa saja yang akan ditampilkan pada sebuah sistem informasi berkaitan
dengan hak akses setiap pengguna. Setiap pengguna akan diberikan menu program
sesuai hak akses yang sudah ditentukan. Sebagai contoh pada sistem informasi
akademik, menu untuk bagian akademik dengan menu untuk guru harus berbeda.
Daftar menu yang dapat ditampilkan untuk setiap jenik hak akses dapat disimpan
dalam basis data atau juga dapat diseleksi langsung menggunakan kode program.
Tanggungjawab
Pemberian Kontrol
Tanggungjawab
untuk pemberian kontrol terhadap tingkat pengaksesan untuk setiap pengguna
biasanya dibebankan kepada security administrator. Jabatan tersebut
memiliki wewenang untuk membuat, mengganti, dan menghapus user-ID beserta
password dan tingkat pengaksesan. Pada tabel 2 di bawah ini terdapat
beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk memeriksa logical security.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar